Not just about me

i swear that you would never know me if you don't read this. belive it :D

Sabtu, 25 Januari 2014

Hujan dan ...... (part 1)

Hello Universe, long time no see yaa :)
ketemu lagi kita dengan Januari yang selalu berseri-seri, meski sebetulnya lebih tepatnya sih Januari yang basah. lah iya kan, januari 2014 ini kita di guyur hujan, angin, badai, plus bencana-bencana yang tengah menyambangi Indonesia yang katanya Raya ini #prayforIndonesia , pokoknya apapun yang terjadi ingatlah lirik lagu Chrisye, "Badai Pasti Berlalu" .
Ngomong-ngomong tentang Hujan, gue itu salah satu pencinta Hujan sejati, dari kecil malah (tapi kalo banjirnya gue gak cinta dong), waktu kecil musim yang paling gue tunggu adalah musim hujan, selain musim durian dan musim liburan. kenapa? karena gue bisa main hujan sepuasnya bareng kakak adek gue, (inget, gue mandi hujan bukan ala film india ya, tapi ala fayaa yang masih kecil. tolong di catet!).
Hujan, kalo sekarang sih hujan lebih identik dengan kegalauan (ceileee,, pernah galau juga lu fay), gue liat orang yang tiba-tiba badmood ketika hujan turun,
"tuhkan hujan,aduuhh.." *badmood
"nape lu?"
"keinget."
"keinget apa? jemuran?"
"bukan"
"apa dong."
"mantan ku."
"oh mantan lu suka lupa ya angkat jemuran lu? telpon dulu gih biar dia angkatin cepet. mumpung masih gerimis." dan seketika itu gue di cap sebagai 'batu' sama orang itu yang juga adalah temen gue. akhirnya gue badmood *juga.

Gue paling heran dengan orang-orang yang suka kait-kaitin antara hujan dan kisah asmara mereka. ada yang bilang hujan itu moment yang romantis, hujan itu punya hawa-hawa sejuk, pokoknya banyak deh yang menganalogikan hujan seperti apa dan bagaimana, intinya maksud mereka hujan itu moment yang romantis buat orang yang punya pasangan, nah kalo yang gak punya pasangan? gue saranin mereka mending jadi relawan atau masuk tim SAR sajalah biar kalo banjir di musim hujan mereka bisa lebih bermanfaat buat orang lain, useful dan bisa buat lo terhindar dari spekulasi negatif orang-orang yang alergi dengan jomblo :')

bersambung...

Sabtu, 21 Desember 2013

Sub bi khaer mas Sem :)

Cowok, tinggi, cuek dan punya lubang sumur kering di pipinya (red: lesung pipi), dia lah Syamsul hidayat yang akrab aku panggil mas Sem. kalo ditanya siapa saja orang yang berjasa dalam hidupku, mungkin mas sem ini bakalan masuk nominasi deh. dua tahun belakangan ini aku akrab banget dengan dia, bukan tanpa alasan sih. mas sem ini bisa di bilang pendengar yang baik, bijak dan mampu mengatasi masalah tanpa masalah :)

selama kurang lebih 2 tahun belakangan ini hidupku lumayan krisis, pokoknya mumet semumet-mumetnya. sampai akhirnya entah kenapa aku sering menumpahkan masalahku ke mas sem, dan solusi-solusinya kece banget cuy...
bukan cuma solusi saja, nasehat-nasehatnya bener-bener deh kayak di nasehatin sama orang tua jaman dulu, (hahahaaa,, maaf yo mas, gak niat ngejek kok ^_^) yaa,, paling enggak mas sem kan lebih tua setahun dari saya. tenang,cerdas dan bisa jaga rahasia, hoalah... kalo kata orang jerman Toll deh pokoknya. selain itu, mungkin karena mas sem adalah orang rantau plus lulusan pesantren, semua nasehatnya gak jauh-jauh dari yang namanya ikhlas dan sabar. dalam melihat masalah pun beliau menggunakan 'kacamata' yang beragam, jadi solusi yang diberi sangat beragam dan memiliki tingkat keuntungan dan kerugian tersendiri. hhmmm,,, beliau juga punya satu kesamaan dengan aku, sama-sama gila bahasa asing. sekarang saja beliau lagi mengajarkan ku bahasa iran, hahahaa... beneran deh mas , you are kece dah pokoknya. hhmmm,,,,teman,sahabat,pacar, atau apalah sebutan bagi kalian untuk orang dekat m bisa menjadi salah satu kekuatan hidup selain keluarga. belum punya salah satu dari yang aku sebutkan di atas?
La Tahzan, ada Tuhan kok, dan Dia pasti mengirimkan orang-orang yang tepat untuk menemanimu. tetap syukuri yang kalian punya kawanua :)

Sabtu, 16 November 2013

Makian Paradise

Coldplay, You are Rock guysss...
sejak dengar lagu 'paradise'nya Coldplay, hal pertama yang langsung terbayang adalah Makian.
Heeiii,,, ini bukan tentang Makian yang berasal dari kata (maaf) Maki dan -an, Makian ini nama Pulau kecil yang berada di bagian Selatan Halmahera, Maluku Utara. dan Makian ini adalah kampung halaman kedua orang tua ku yang fotonya terpampang di side blog ini. (Hai Maa, hai Paa.. *ngomong sama laptop*). meski Makian adalah kampung halaman kedua orang tua ku, tapi selama 21 tahun aku hidup baru sekali aku menginjakkan kaki ku di pulau Kenari tersebut, tepatnya pada lebaran 2013 kemarin. baru pertama bertemu tapi aku langsung men-judge , Makian you are my Paradise.
pulau ini kecil, sangat kecil. desa-desa tertata rapi mengelilingi gunung kie besi yang sudah tidak aktif lagi. Makian di juluki sebagai pulau kenari, hampir di setiap tempat pohon kenari dengan buahnya yang melimpah ruah berhamburan di pulau ini. kerenlah pokoknya, pemandangan yang amat sangat jarang ditemukan di kota besar seperti Makassar.
Hal lain yang berhasil mencuri kekaguman ku ialah laut. pemandangan laut di sini, Hhhmmm,,, tidak usah di ragukan. meski tidak terlalu banyak terumbu karang seperti di Bunaken atau di Wakatobi dan tidak berpasir putih seperti di Bira atau Pantai Kuta, laut di sini amat sangat bersih, masih sangat natural.

Tenang rasanya, pantainya adem serasa di pegunungan. Thanks God for your amazing Heaven.
Ya ampun, rasa-rasanya tidak mau pulang ke Makassar. mungkin aku akan selalu merindukan surga dunia yang menakjubkan ini. 

Minggu, 27 Oktober 2013

Hai :)

Dunia tidak selebar daun kelor.
dan ups, kita bertemu (lagi). entah siapa yang mempertemukan dan dipertemukan, yang jelas sekarang kita bertemu (lagi). saya kurang paham apakah pertemuan ini merupakan suatu kesialan atau justru sebuah keberuntungan buat ku, sejujurnya sih dengan bertemunya kembali kok malah masalah juga ikut-ikutan ketemu sama saya yah? saya yang membawa masalah atau kau yang membawa masalah, intinya kita berdua sedang dalam masalah, iyah. masalah hati lebih tepatnya.
kita bertemu, iyah. tapi dengan keadaan yang berbeda, berbeda dengan di waktu kemarin. dulu sih saya anteng-anteng saja kalau bertemu dengan kau, tapi sekarang beda! kalau bertemu malahan rasanya nyesek, serius. kenapa? karena saya harus mampu mengendalikan 'keanehan' yang seharusnya TIDAK BOLEH kumat seketika kalau bertemu denganmu. biarkan 'keanehan' ini tetap di dalam sini, tenang dan menunggu waktu yang tepat untuk keluar.
Akhirnya, segala usaha dan upaya ku untuk menyembunyikan segala 'keanehan' itu jarang ada yang berhasil. ini sama sulitnya dengan menangkap belut di sawah (kalian pasti belum pernah coba, kan? coba deh, SERU!). ya iyalah, bagaimana mau berhasil, kau datang terus, mendekat terus, seakan-akan kau mengajak 'keanehan' ini bercengkrama dengan 'keanehan' mu, padahal kau tau ini semua lebih sulit dari yang sebelum-sebelumnya. makanya, sorry kalau sekali-kali aku harus menghilang atau terpaksa mengusirmu.
mungkin belum waktunya saja.

Selasa, 25 Juni 2013

un(der)predictable

kenapa?
ada yang salah dengan judul posting ku kali ini?
kesalahan bukan pada mata anda ataupun tulisan bahkan layar digital yang sedang anda pelototi sepersekian detik.
un(der)predictable, dibawah prediksi, bukan diluar prediksi.
kayaknya tema ini yang menjadi grand of theme kita minggu ini.
dan tulisan ini bukanlah suatu ungkapan keputus asaan, sama sekali bukan.
who knows about our life?
hari ini baik besok bisa menjadi tidak baik, hari ini buruk tapi belum tentu juga besok akan demikian. ketika rencana yang telah di susun serapi mungkin , seapik dan se-efisien mungkin kemudian menjadi terbongkar tak karuan, perasaan apa yang paling pertama singgah di diri kita? banyak!
mungkin kamu bilang marah, kamunya lagi bilang jengkel, yang disana bilang ya ampuun,, yang disini cuman istigfar, yang cewek itu bisa saja shock bahkan kalau teman kamu itu mungkin cuma bilang "biasa saja, santai bro''. un(der)predictable
kemudian,
ada nih pasangan udah lamaaaaa banget pacaran, pokoknya lama deh. udah ngerencanain,,, misalnya nih dua bulan dari sekarang udah tunangan, 5 bulan dari sekarang persiapannya sudah setengah matanglah (ceplok yah mbak? *iklan), eh ,minus 2 minggu nikah merekanya putus hanya karena ada persyaratan cewek yang susah banget di kabulkan *gak usah di rincikan ya*, berantakanlah semuanya, si cowoknya mikir "udah cape2 nabung, beli emas,beli mahar,beli seserahan,beli ini,beli itu,,,tapi kok malah berantakan gini???! *frustasi". yang cewek, "sapa suruh mau nikah ama gue!" un(der)predictable.
dibawah prediksi, dibawah prediksi karena prediksi yang mereka targetkan emang gak tercapai, kalau pun akhirnya tercapai, akan sulit mungkin. prediksi bisa saja tinggi atau rendah, tergantung pemakaiannya juga sih tapi kalau sudah gak nyampe prediksi pastilah di bawah prediksi.

my imagine (next)

-->
Akhirnya, besok,besoknya,dan besoknya lagi, memory RAM gue udah dipenuhi dengan pertanyaan yang belum terjawab mengenai si Fa’at ituh. Parah nih gue. Gue sering saja melihatnya, tapi kami berdua terlalu memiliki banyak malu untuk saling menegur satu sama lain, jadi kami hanya membiarkan mata dan senyum kami yang berbicara. Ahhaayyyy... ternyata Pan gak sebloon itu juga loh, si Pan ngerti aja tingkah laku gue yang agak meradang gak jelas gitu. Hheg*
“re, mau kemana?” tanya Pan yang melihatku tiba-tiba kebelet banget mau ke WC
“buang air kecil Pan,kenapa? Mau ikut? Buruan gih. Kebelet nih.” Kataku buru-buru.
“oh,kirain mau ke kantin. Duluan saja deh,aku tunggu di sini yah neng.? Kata Pan sok Manis.
 Yoweessslah,
Segera saja gue cari WC terdekat dan termurah,,hhehee...skrg mana ada yang gratis coba,tinggal menghirup angin dan keluarin angin aja yang gak pake bayaran, tapi gak janji ni yee 10 tahun ke depannya gimana..(kayak calon kepala daerah lagi kampanye aja pake janji-janji..eehheg..). nah pas di sektitar pas udah slseai buang air, tiba-tiba ada cewek,(kayaknya senior gue sih..keliatan banget penampilannya sok,,sok dewasa tapi malah keliatan tua aja.) lewat sambil nelpon. Yaah,,gak ada masalah sih tuh cewek mo nelpon di WC,depan WC, ato d atas WC juga selama gak nyusahin gue never mind ajaa,, tapi pas lagi lewat tuh cewek bilang di telpon kayak gini nih,,”iyaaa Fa’aat sayaaanngg,,,pokoknya aku bakal ke tempat kamu ntar malam..” ngiikk. Yang jelas itu bukan siaran ulang, gak mungkin juga tiba-tiba gue nyetop tuh senior hanya untuk di suruh ngulangin kalimat yang baru saja gue dengar. Entahlah,,,apakah telinga gue yang salah,,,tuh cewek yang salah sebut,,,atoo pembaca yang salah baca yaahh..??!!! ahha,,,just kid yaah bro sist ;)
***
Ternyata dia udah punya cewek yaa... gumaman ku yang barusan bisa di artikan penyesalan, kebingungan,ato kesengsaraan. Gue juga bingung,, ngapain gue pikirin coba. Baru juga di antar pulang,itupun juga kan kebetulan...
Yaaa,,,,,ini semua hanya kebetulan... i am sure MANTAP cing!!!
Selanjutnya,,, gue kadang-kadang masih ketemu kak Fa’at, tapi kami masih tetap saling diam. Apalagi sejak kejadian tak sengaja kemarin, gue malah cuek habis-habis-habisan deh ke dia. Gak mau gue ke-GR an terlalu jauh,, nanti malah gak tau jalan pulang lagi,, lagian mama bilang kalo main mah jangan kejauhan J
Sampai suatu ketikaa, kak fa’at duluan negur aku. Mana waktu itu gue sama si Pan lagi.
“Rea,,sombong amat sih...” godan kak fa’at.
“hhe,gak kok kak.” Kataku singkat padat dan jengkel,ngapain nih orang, dapet nyali dari mana sih mau negor gue.
“eh,,kalian berdua saling kenal?” tanya Pan dengan wajah bingung khas panekuk.
“oh,iya. Baru sih,, soalnya minggu lalu kita sempat pulang bareng.” Timpal kak fa’at. Heg,heg,heg,,,nih orang bener-bener dah minta di tabok. Nngapain juga ngaku-ngaku depan temen gue,,masalahnya,gue lagi gak mood ngejawab pertanyaan-pertanyaan investigasi yang akan di lontarkan Pan ke gue cepat atau lambat.
“hhee,,,iye,iye. Kak duluan yah,mau ke kelas. Ada perlu,permisi.” Kata gue buru-buru kabur sebelum si Pan connect dan mulai memborbardir ku dengan pertanyaan-pertanyaan rusaknya.
Sesampainya di taman belakang sekolah....
“lo deket sama kak fa’at re??” tanya Pan.
“Cuma hari itu doang kok Pan,selebihnya gaklah. Gue kan gak kenal-kenal amat sama dia. Ngapain juga mo sok-sok akrab.” Kataku ketus.
“kak fa’at tuh yang nyari-nyari lo dari minggu lalu.” Kata Pan dengan wajah serius. Nih artinya si Pan udah connect dan encer dah otaknya.
“bener Pan? Emang dia siapa sih?” tanya gue lagi.
“iye,,bener. Gue ingat sekarang. Ya elah Andreaa, kak pa’at ntuh cowok paling ca’em seantero sekolahan...pinter,tajir pula. Weeihh,,, jadi lo udah naik jaguar silvernya yee...??” tanya Pan dengan muka agak ngiler gak jelas.
“hhiyyaahhh,,boro-boro mobil,,motor aja kagak. Ntu hari kita pulangnya jalan kaki.” Jawabku.
“haaahhhhh,,,,,,,kak Pa’at jalan kaki lo bilang re????sumpah re,,kak pa’at ntuh paling anti jalan kaki,,apalagi rumah lo yang lumayan jauh. Dia tuh anak manja. Yang bener lo ah,,masa jalan kaki ” gilee aje nih Pan,,ngelunjak amat nanya nya.
“yyeeee,,,, gak percaya aja nih orang,,tanya saja sm pelakunya sendiri. Eh, yang bener lu Pan? Kak pa’at emang gitu??” tanya gue penasaran.
“iyaaaaa,,ih, kok malah lo yang gak percaya. Kalo gak percaya,tanya saja sama pelakunya sendiri.” Nah lohh,,kok malah si Pan yang ngambek...
Hhhmmmmm,,,,,sumpah gue bingung banget tingkat ujian Nasional SMP L gumam ku lagi dalam hati....
***

Hari ke hari tuh orang makin nekat saja,sumpah bikin gue emosi aja bener dahh....
Suatu hari,gue baru tau kalo kak fa’at tuh emang lagi pacaran sama si cewek yang gue temui tempo hari ituh. Namanya kak Bela. Dia ntuh anak cheers di sekolahan,pantes saja tampangnya sok-sok burung kakatua raja aja J hhe
Berhubung gue makin hari makin malas aja ngomongin tuh yang namanya kak fa’at,,jadi apapun yang terjadi dengan dia I DON’T CARE! Mo pacaran ma kak bela kek,kak bali kek, kak bolo-bolo kek.whatever! yang jelas selama mereka gak buat gue naik darah mah, terserah mereka lah..
Sampai suatu hari, di pagi yang indah nan cerah ceriah,,, akhirnya di rusak oleh kejadian yang sangat tidak ku inginkan, yah... kak bela itu nyamperin gue, mana pake acara marah-marah lagi..
“eh,lo yang namanya andrea yah? Lo apanya si Fa’at??” tanya bela dengan nada ketus
“iya kak. Hhmm,,junior nya kan?” jawabku sejujur-jujurnya.
“heh,,nih anak main-main ya sama gue.??” Tegurnya lagi.
“enggak kak,, aku dan kak fa’at Cuma sebatas junior dan senior , gak, lebih.” Ucapku mantap.
“oh,,,baguslah,,paling tidak lo tau kalo pun lo deket,,lo akan berurusan dengan gue. Ngerti lo???!” gertak bela sambil pergi keluar dari kelas gue.
Iihh,,kurang kerjaan banget mau nyari perkara sama dia, mending juga nyari duit ato nyari makan.
             Dan,,tersebarlah gosip seantero sekolahan kalo gue kena gape sama kak bela. Haddoohh,,,malas banget coba. Tiap gue kemana-mana diliatin mulu lagi. Gak asik! Masa gue di kait-kaitkan dengan masalah mereka sih!?? Apalagi,,kata si Pan dua hari kemudian kak bela dan kak fa’at putus. Ya Tuhaannn,,,dosa apa sih aku... kena gosip macam gini...
“gak ke kantin..?” ajak Pan.
“gak.” Jawabku singkat.
“hhmm,,,gue traktir deh... es lilinnn!!” ajak Pan lagi.
“gak.” Jawab gue lagi.
“iihh,,,lo kenapa sih re,,? Masih mikirin gosip gila itu??” tanya Pan.
“gak tau.” Jawab gue.
“pelit banget lo jadi orang!” respon Pan.
“pelit!??? Kok pelit??” tanyaku heran.
“iyah. Lo itu pelit. Masa jawab pertanyaan gue Cuma gak,,gak tau,,gak,gak.. lo ngomong juga gak bakalan dibayar ree... singkat banget sih ngomong lo. Kita kan gak lagi via telepon.!!” GUBRAK! Ampun deh,,,ngalah gue sama si Pan.
Gue gak bisa gini terus,, gue mesti go public,jumpa pers kek ato semacamnya biar nama gue di sekolahan bisa bersih lagi. Dan yang paling penting gue mesti minta penjelasan dari kak Fa’at,,maksudnya apa sih giniin gue coba?! Jadi nyesel gue.
Rencana gue udah terplanning,,tinggal tunggu waktu yang mantap buat action-nya. Hhmmpphh,,,harus berhasil!
Besok-besok-dan besoknya lagi, aku lebih dominan cuekin kak fa’at, bahkan kalo bisa menghindar sebisa dan semampu aku, eneg aku liat mukanya. Gak peduli, mau dia sapa kek, anak siapa juga,bodo amat. Capek rasanya di plototin kodok sama kak bela itu, sebetulnya gue gak usah capek, kan gue cumin di plototin doing, tapi eneg juga sih liat plototannya yang makin hari makin gak jelas. Kayaknya kak bela perlu ke dokter saraf deh, kali aja tuh urat sekitar matanya udah pada kendor.

*dua hari kemudian*

Hari ini mesti kudu wajib berhasil, apapun rintangannya HARUS!!! Semangat pagi gue sebelum ke sekolah udah berkibar dan berkoar. dan semoga saja segala kesengsaraan dan kesulitan pada minggat dulu lah untuk hari ini. wish me luck guys :)


tobe continue

Rabu, 22 Mei 2013

Dan Pertama untuk terakhir

"semua yang terjadi tidak akan kembali, maka nikmatilah suka cita itu dalam kesyukuran yang mampu membawa mu lebih menghargai hidup. "
Dan kutipan di atas adalah ending yang mudah-mudahan akan selalu menjadi pelajaran hidup ku. saya pun menyadari betul kegiatan yang 2 bulan terakhir ini kulakukan. dan memang betul kita harus menikmatinya, toh orang ber-KKN ria cuman sekali saja (yaahh,,i think it would be different case if yourself that make yours gonna do it for twice)....
hampir semua hal yang belum pernah saya alami terjadi di momen ini, iaa,,, dari yang menjengkelkan sampai menyenangkan. so meaningfull, thanks Marbo :')
Dan jalan Tuhan memang tidak pernah salah. paling tidak,,meskipun menurut kita keliru tapi yang namanya 'hikmah' selalu ada untuk menghilangkan kegelisahan yang selama ini membuat kita tidak nyenyak,,thanks yaa 'hikmah' :)
Dan inilah secuil cerita yang nanti akan selalu membuat kita tertawa sendiri, senyum sendiri, kesal sendiri,bahkan menangis sendiri. terima kasih pengalaman, kau tak bosan-bosannya mendatangi kami di setiap waktu hanya untuk berbagi pelajaran hidup. betul kata pepatah, kau salah satu guru terhebat, tanpa teori kami pun mudah paham.
Dan pada akhir tulisan amburadul ini, the greatest thanks to Allah for all the chances and moment,life,hope,love and power. and,,,yaahh,,anything everthing lah pokoknya.
Dan semoga rejeki bertubi-tubi mu tidak berhenti sampai sini, terus mengalir sampe jao dan menghidupkan orang-orang yang terkasih.